Jakarta, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama
(IPNU) akan menyelenggarakan Kongres XVIII di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten
Boyolali, Jawa Tengah, pada 4-8 Desember 2015 mendatang. Kongres IPNU merupakan
permusyawaran tertinggi di organisasi badan otonom (banom) NU ini yang diadakan
tiga tahun sekali.
"IPNU akan menggelar kongres yang agendanya,
laporan pertanggungjawaban pengurus pusat, merumuskan program kerja tiga tahun
ke depan, dan pemilihan ketua umum PP IPNU yang baru," kata Ketua Umum PP
IPNU, Khairul Anam Haritsah dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (13/11).
Anam juga menjelaskan tema yang diambil dalam forum
tiga tahunan ini adalah “Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan
Bangsa”. Melalui kongres ini, lanjutnya, IPNU ingin menegaskan sikap menolak paham
intoleransi dan radikalisme yang merusak sendi-sendi persatuan bangsa.
"Kongres sengaja mengangkat tema tersebut
sebagai pesan, IPNU berada di garis terdepan dan benteng persatuan bangsa di
kalangan pelajar dan anak muda dari rongrongan radikalisme,dan Kongres IPNU ini
akan menjadistarting point konsolidasinya," imbuh Anam.
Sementara Ketua Panitia Kongres XVIII IPNU, Ganjar
Mujib menjelaskan, beberapa acara pendukung pada kongres tersebut di antaranya
adalah seminar-seminar di sela acara, bazar pendidikan, serta berbagai kegiatan
pendidikan dan keagaman lainnya.
"Kongres kali ini juga akan dihadiri dua
menteri koordinator, Kapolri, 7 menteri, beberapa kepala daerah kader IPNU,
serta tokoh nasional lainnya sebagai narasumber. Presiden Joko Widodo dalam
konfirmasi kehadiran," kata Ganjar.
Sekitar 4000 anggota IPNU dari 33 pengurus wilayah,
dan 400an cabang dari seluruh Nusantara konfirmasi akan datang ke Asrama Haji
Donohudan mengikuti kongres IPNU.


0 komentar:
Posting Komentar